Selayang Pandang

Selayang Pandang Tentang Dinas Pendidikan Kerinci

Pahdizul | Selasa, 15 September 2015 - 11:32:20 WIB | dibaca: 3353 pembaca

Dinas Pendidikan adalah produk otonomi daerah dimana ia adalah hasil peleburan dari dua unit kerja pemerintah yang dahulunya di kenal sebagai Dinas P&K dibawah Pemerintah Daerah Tingkat II yang urusannya mengurus pendidikan tingkat TK dan SD serta Kandep P&K dibawah Kanwil Dikbud yang mengurus pendidikan tingkat SLTP dan SLTA.

Pasca otonomi dua unit kerja ini di gabung menjadi dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci dimana seluruh urusan pendidikan di segala jenjang menjadi urusannya, tentunya dapat dibayangkan beban kerja yang ditanggungnya, maka saat ini dinas pendidikan Kabupaten Kerinci memiliki 4 bidang yaitu : Bidang SD, Bidang SMP, Bidang SMA/SMK dan Bidang PNFI, serta Sekretariat.

Selain bidang-bidang diatas, dinas pendidikan Kabupaten Kerinci membawahi Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) yang terdiri dari sekolah SMP, SMA/SMK, UPTD Pendidikan Kecamatan serta Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dimana saat ini seluruh angggarannya terpusat di Dinas Pendidikan, jika memungkinkan kedepan kebijakan pengangggaran ini dikembalikan kesetiap UPTD.

 

Keadaan Sekarang

Tolok ukur berhasil dan tidaknya pendidikan di suatu daerah dapat dilihat dari dua sisi yaitu kualitatif dan kuantitatif, saat ini secara kuantitatif pelayanan dan akses pendidikan masyarakat bisa dikatakan cukup walau masih terdapat masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan, pelayanan pendidikan sendiri merupakan hak masyarakat dan kewajiban pemerintah untuk menyediakan layanan pendidikan yang lebih baik.

Secara kualitatif terdapat lagi beberapa indikator yang harus ditetapkan sebagai tolok ukur yang jelas dalam menilai keberhasilan pemerintah dalam menyediakan pelayanan pendidikan, salah satu indikator yang secara kasat mata langsung bisa dilihat adalah jumlah lulusan SMA/SMK yang mampu menembus persaingan di seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang terkemuka di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang dan perguruan tinggi lainnya. Jika dulu lulusan-lulusan SMA/SMK dari Kabupaten Kerinci lebih banyak yang mampu memenangi persaingan masuk perguruan tinggi yang bonafit, maka saat ini lulusan-lulusan SMA/SMK dari Kerinci telah jauh tertinggal dari daerah lainnya di Jambi.

Ironisnya lagi pernah ditemukan siswa SMA/SMK yang masih gagap dalam kemampuan dasar siswa seperti membaca, menulis dan berhitung, hal ini merupakan kegagalan penyelenggara   pendidikan dalam mengevaluasi proses dan hasil kegiatan belajar dan mengajar di tingkat satuan pendidikan.

Dari aspek pembiayaan, seperti yang sudah diperintah dalam UUD 1945 yaitu pemerintah diwajibkan memberikan 20 persen dari jumlah anggaran untuk dana pendidikan, saat ini dunia pendidikan telah dibiayai dengan sangat ekslusif oleh pemerintah melalui berbagai macam program seperti BOS, DAK, tunjangan profesi dari APBN, sedangkan daerah secara rutin juga telah mengucurkan dana operasional untuk sekolah-sekolah dalam Kabupaten Kerinci melalui APBD.

Biaya yang sudah lebih dari cukup ini  mulai dari tahun 2010  dianggarkan terpusat di rekening Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci sehingga di satu sisi Dinas Pendidikan yang seharusnya lebih fokus dalam mengurus urusan manajemen kebijakan makro pendidikan, saat ini lebih disibukkan melayani urusan pengajuan dana dari sekolah-sekolah dan UPTD, selain itu birokrasi pengurusan anggaran operasional sekolah menjadi lebih panjang dan lebih lamban, ini mengakibatkan rendahnya tingkat serapan dana pendidikan .

 

Kondisi yang diharapkan

Berdasarkan paparan yang telah disampaikan di atas, kondisi pembangunan sektor pendidikan yang diharapkan adalah sebagai berikut :

1.   Penempatan personil di Dinas Pendidikan yang lebih baik yaitu orang-orang yang berorientasi kepada profesionalitas, kualitas dan peningkatan prestasi, bukannya menempatkan personil dinas pendidikan yang orientasinya adalah proyek, hal ini yang mengakibatkan persepsi masyarakat terhadap dinas pendidikan adalah dinas yang mengurus proyek-proyek, bukan lagi sebagai pengelola pendidikan, sedangkan marwah dinas pendidikan adalah memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap pelayanan pendidikan yang berkualitas.

2.  Terlaksananya standar pelayanan minimal bidang pendidikan secara lebih baik, sehingga sekolah-sekolah dan penyelenggara pendidikan bisa lebih mampu untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

3.  Menetapkan standar kemampuan dasar siswa di tingkat sekolah dasar yaitu membaca, menulis, berhitung dan ditambahkan dengan kemampuan mengaji atau membaca alquran, sehingga ketika berada di sekolah lanjutan tenaga pendidikan tidak lagi berurusan dengan masalah kemampuan dasar.










Komentar Via Website : 140
Umpan Pelet Serbuk Ikan Patin Yang Banyak Dicari
27 Agustus 2018 - 14:29:31 WIB
Terimakasih atas informasinya https://goo.gl/gfzBxs
Essen Untuk Ikan Patin Di Waduk
28 Agustus 2018 - 11:54:05 WIB
Terimakasih untuk infonya https://bit.ly/2PJlPTK
Essen Warna Merah untuk Ikan Mas dari Master Essen
28 Agustus 2018 - 15:21:02 WIB
Terimakasih untuk infonya https://goo.gl/CsxAKu
Essen Untuk Ikan Patin di Kolam Pemancingan
29 Agustus 2018 - 08:44:11 WIB
Terimakasih infonya https://bit.ly/2ww71yP
Essen Warna Kuning Untuk Ikan Mas Dari Master Essen
29 Agustus 2018 - 10:59:12 WIB
Terimakasih atas informasinya https://goo.gl/JjYnQF
Essen Ikan Lele Dari Master Essen
29 Agustus 2018 - 14:53:30 WIB
Terimakasih atas informasi yang telah di sajikanhttps://goo.gl/CBdAg5
nama obat kuat pria paling bagus dan aman
29 Agustus 2018 - 21:24:52 WIB
terimakasih informasinya http://goo.gl/78XE5J
cara mengobati benjolan di paha
30 Agustus 2018 - 08:34:16 WIB
terimakasih banyak https://goo.gl/oDZLty
Essen Untuk Ikan Patin Di Alam Liar
30 Agustus 2018 - 10:43:30 WIB
Terimakasih untuk infonya https://bit.ly/2om7908
Essen Untuk Ikan Patin Di Alam Liar
30 Agustus 2018 - 10:45:12 WIB
Terimakasih untuk infonya https://bit.ly/2om7908


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)